Keadaan pasti akan berubah menjadi sebuah makna yang sangat berarti, perjalanan manusia pun menjadi alur yang saling bersinggungan.
Persoalan tentang eksistensi kini menjadi sebuah kebutuhan yang dicari-cari.
Makna sebenarnya pun menjadi hilang termakan oleh keinginan dan emosi.
Jiwa yang hilang itu kini telah datang membawa sebuah harapan tentang ketenaran.
Sebuah obsesi menjadi diri sendiri dalam arti eksistensi yang samar.
Mengali potensi berlebihan menjadi berbeda dengan yang lain dan perjalanan alur pun melewati batas.
Sisi yang diharapkan pun tercapai namun sisi lainya pun menghilang.
Sebuah sisi akal manusia yang mulai tertutup oleh kabut insting hewan.
Kini hanya bisa memburu terus menerus dan tak pernah mencari lagi.
Pencarian makna pun sudah tak berarti dan yang tertinggal hanya kebutuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar