Jumat, 18 Februari 2011

OBROLAN DI TEMPAT NGOPI

Menjelang malam kami berangkat ke tempat ngopi di sekitar progo, empat orang kita berangkat bareng keempat dengan dua motor. Menunggu kita disana karena teman-teman yang lain akan segera datang menemui kami, sudah berapa minggu kita tak bersua ditempat ini. Tempat ini memang menarik walaupun sederhana dan membuat kita betah berlama-lama.

Obrolan mulai dimulai dengan datangnya pesanan kami, ada yang pesan drive coffe, chocolato mint dan yang lainnya. Satu persatu teman yang lain pun berdatangan, mulai dari perempuan tidak kemayu sampai pria macho idaman para wanita ‘’walaupun masihjomblo’’. Pria macho itu ternyata bareng ama temannya jadi dia beda meja tidak baren bersama kami ini, tak apalah kayanya dia lagi ada obrola masalah kerjaanya.

Mulai seru nih obrolan, tumben-tumben pada ngobrol serius biasanya pada becanda-becanda anak-anak. Perempuan tidak kemayu awalnya nanyain ke pria kacamata berambut gondrong tentang status dia ‘’ udah punya pacar belum sih sebenarnya’’ Tanya dia. ‘’ belum lah sambil senyum malu’’ jawab pria kacamata berambut gondrong itu, yang lain ketawa-ketawa ngeledekin pria itu. Lama kelamaan perempuan tidak kemayu itu bercerita tentang masalah dirinya, dia menceritakan bahwa dia telah bertengkar sama orang tuannya gara-gara dia tidak bisa ke acara ke agamaan di rumah laki-laki yan mau di jodohkan ke perempuan tidak kemayu itu ‘’ waduh masih ada tenyata siti nurbaya dijaman sekrang ini’’. Katanya dia tidak menghubungi orang tuanya dulu selama 2 minggu. Setelah dua minggu dia kembali ada komunikasi bersama orang tuanya. Tak habis pikir di jaman yang modern ini masih ada pemaksaan kehedak terhadap anaknya.

Orang tua memang akan selalu sayang pada anaknya dan akan mengusahakan yang terbaik untuk anaknya dimasa depannya, tapi terkadang orang tua pun tak pernah memikirkan sisi seorang anak tentang haknya dia untuk bisa menjalani hidupnya sendiri dengan pilihan dia yang bisa dipertanggung jawabkan leh dirinya. Orang tua memang punya hak sepenuhnya terhadap anak tapi anak pun punya hak sendiri untuk hidunya selama masih dapat di pertanggung jawabkan.

Obrolan ke dua ada satu lagi pria berwajah garang degan karakter yang lucu. Dia mulai mencerikan juga masalahnya, ‘’yah… gara-gara di tanya sama perempuan tidak kemayu itu whehe’’. Pria itu bermasalah dengan kakak pacarnya, memang seorang kakak pasti akan khawatir terhadap adiknya dan berusaha akan selalu melindunginya. Pria berwajah garang itu selalu dipertanyakan oleh kakak pacarnya soal masalah apa pun dari mulai yang kecil samapai untuk menjagain adiknya, ‘’tak masalalah kalau anya sekedar itu saya siap menjalankannya’’ kata pria berwajah garang itu, tapi jangan berlebihan gitu terasa ada sesuatu yang di tutup-tutupi. Pacar sang pria berwajah garang pun terasa selalu ada jarak informasi antara pria berwajah garang dengan kakak pacarnya.

Seorang kakak akan menjad kakak yang baik apabila menjaga adiknya dengan sebaik mungkin. Komunikasi antar adik dan kakak pun harus terjadi sebaik mungkin juga supaya terjadi saling menjaga. Disini ada posisi baru seorang pria berwajah garang menjadi pacar sang adik dan seorang kakak harus memposisikan dimana yang terbaik untuk adiknya dan merasa nyaman buat pacar adiknya. Komunikasi yang mesti kita jaga baik oleh seorang kakakdan adiknya mau pun seorang pria berwajah garang dengan kakak adik tersebut.

Selanjutnya obrolan mulai tidak serius lagi dan diselingi dengan foto-foto narsis yang tak terkira dengan dipenuhi tawa dan canda yang benar-benar dapat menghilangkan masalah masing-masing untuk sementara waktu. Kami pun disana sampai tempat ngopi itu mau tutup dan berangsur pengunjung pun mulai sepi. Malam yang penuh makna dengan di selingi denga canda tawa penghilang penat.Terima kasih semuanya teman-temanku hidup memang indah.

1 komentar:

  1. selalu indah Met :D
    sebab kita pingin senang, malih, bener? :D dan everyday is reage, hahahaha!
    NB : begitulah orang tua. dan untungnya saya punya keputusan untuk tidak beranak :D

    BalasHapus