Senin, 20 April 2015

Jam Dua Belas Lewat Satu Menit Kita Harus Pulang

Sudah berapa lama aku baru lagi merasakan nikmatnya bagun pagi, ruitinitas yang kebanyakan orang sering lakukan, tiba-tiba jam 06.00 WIB langsung terbangun begitu saja dengan sinar matahari langsung menyoroti wajahku karena lupa tadi malam aku tidak menutup hordeng. Tak perlu suara beker atau pun suara deringan telepon dari tempatku buat menyuruhku bangun. Memang sudah 2 tahun ke belakang aku tidak pernah lagi merasakan nikmatnya bangun pagi. Malah sudah merasa lupa bagaimana hangatnya mentari pagi. Karena rutinitas tidurku yang mulai dari sebelum matahari terbit sampai hampir terbenam kembali.

Semua berawal karena aktifitas aku yang mengharuskan bekerja di malam hari sampai menjelang adzan subuh tiba. Aku bekerja di sebuah café & bar di kota besar yang terkenal dengan kreatifitas anak mudanya. Dulu aku memang sekolah pariwisata di kota ini dan kebetulan dapat pekerjaan sebagai bar tender di kota ini juga. Café & bar tempat aku bekerja ukurannya tidak terlalu besar hanya dapat di isi sekitar 100 orang lebih. Di sana hanya menyediakan makanan, dan minuman dari yang tidak beralkohol sampai yang 40% alkoholnya pun ada. Tidak ada panggung khusus buat bikin acara di tempat ini, cuma terkadang kita hanya menyisihkan tempat kosong sebagian untuk sesekali kita mengadakan acara live music akustik di sana.
Ketika sunset mulai muncul aku pun sudah mulai bergegas untuk melakukan aktifitas pekerjaanku di café dan bar ini. Memang tidak terlalu jauh jarak tempat pekerjaan dengan kosanku hanya dengan naik satu kali angkot sekitar 10 menit sudah bisa sampai, mesti harus jalan kaki lagi sekitar 50 meter “lumayanlah itung-itung olah raga”. Kebetulan sekarang malam minggu, biasanya pengunjung café dan bar tempat ini selalu penuh, malah biasanya mesti menunggu antrian tempat duduk karena memang ruangannya terbatas sekali.

Bayu pelayan di café dan bar ini ternyata sudah tiba duluan, dia sudah mulai membersihkan meja dan kursi buat para pengunjung yang akan datang, karena café dan bar ini sebentar lagi mau di buka, biasanya sudah adzan magrib pengunjung sudah di perbolehkan masuk. Aku pun segera mempersiapkan peralatanku di bar dari mulai aneka macam minuman sampai gelas-gelas yang bermacam-macam. Pekerja di café dan bar yang lainya pun mulai berdatangan satu persatu, dan mempersiapkan peralatannya sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Semakin malam pengunjung pun semakin ramai satu persatu saling berganti antara yang masuk dan keluar dari café dan bar ini. Saya dan bayu pun mulai keteteran untuk melayani para pengunjung. Memang malam ini terasa berbeda dengan malam-malam sebelumnya sangat begitu ramai pengunjung ke tempat ini. Mesti didalam banyak para pengunjung yang tidak kebagian tempat duduk mereka enjoy menikmati malam yang semakin seru ini.

Sayang keseruan ini hanya bisa sampai jam 00.00 WIB karena adanya peraturan daerah yang mewajibkan semua kegiatan keramaian di kota ini hanya bisa berlangsung sampai jam 00.00 WIB. PERDA ini memang baru di buat oleh Walikota yang baru terpilih di kota ini, yang mempunyai program-program yang kreatif. Banyak kalangan muda dan kelompok kreatif kota ini pun mendukung berbagai macam programnya hingga terpilih menjadi Walikota.

Walikota ini memang relative masih muda di banding Walikota di kota lain. Gebrakan programnya pun unik yaitu dengan memperbaiki dan membuat taman baru dikota ini, “saya bilang ini sih, proyek seribu taman”. Memang jadi keliatan bagus dan sedikit rapih kota ini, tapi kalau hanya sekedar taman yang indah dan banyak, apa manfaatnya! Anggaran biaya daerah pun pasti akan meningkat mesti itu pun ada bantuan-bantuan dari CSR perusahan.

Kaum miskin kota masih tersebar di beberapa titik di kota ini. Pendidikan pun masih belum merata, banyak anak-anak di kota pun yang putus sekolah dengan berbagai sebab, terutama soal biaya dan diskriminasi beberapa sekolah negri sekali pun. Air bersih sebagai bahan pokok buat hidup sehari-hari pun sudah susah di dapat. Hanya orang-orang menengah gedongan yang mudah mendapatkannya, itu pun dengan pengeboran air yang dalam dengan memakan biaya besar dan menimbulkan muka air tanah di kota ini sudah tidak  terkontrol lagi. Sehingga sumur –sumur gali biasa akan cepat kehabisan air apabila tidak ada hujan beberapa minggu saja.

Lahan hijau kota pun sudah banyak berkurang dari pusat kota sampei bukit kota. Daerah hulu sungai yang mestinya lahannya di perbanyak dengan pepohonan, sedikit demi sedikit berubah fungsi menjadi villa-villa pejabat dan para pengusaha muda, dengan alasan mencari udara segar dan ketenangan dari bisingnya kota. Memang ironis mereka mencari perlindungan dan ketenangan diri sendiri dengan mengorbankan kota secara keseluruhan. Mungkin mereka tahu apa akibatnya atau mereka benar-benar tidak tahu apa-apa karena terbutakan oleh gengsi dan gaya hidup kebanyakan orang.

Walikota baru dengan kreatifitasnya dan PERDA baru sebenarnya tidak masalah, asalkan relefan dengan keadaan kota itu sendiri.

Kamil pelanggan café dan bar ini pun sudah datang rame-rame bersama teman-temannya. Kamil memang pelanggan setia di tempat ini hampir seminggu sekali dia datang. Kami pun sudah menyiapkan buat Kamil dan teman-temannya, karena sebelumnya dia sudah memesan tempat melalui telepon terlebih dahuli ke café dan bar kami. Satu persatu Kamil dan temannya memesan minuman dan makanan, tidak lupa juga memesan minuman beralkohol buat di minum rame-rame.

Kamil mempunyai band indie yang sudah punya nama besar di kota ini. Anak muda di kota ini tidak mungkin tak mengenal band Kamil yang tersohor itu. Kamil sendiri di bandnya sebagai vokalis yang handal, apalagi di dukung dengan bandan bagus dan wajah  menarik yang membuat para wanita banyak tergila-gila padanya. Kalau kata teman saya “masyaallah alife ente punya tampang”. Tak heran dia baru datang ke café dan bar ini para wanita sudah sibuk mengerubuninya untuk meminta tanda tanggan dan tak segan-segan juga ada yang minta di cium dan di peluk oleh Kamil.

Jam 12 malam pun mulai dekat hanya sekitar 1 jam lagi, café dan bar masih ramai dengan pengunjung yang menghabiskan malam minggu di sini. Kamil dan temannya masih bergembira menikmati malam minggu ini dengan penuh canda tawa. Pihak kami pun sudah mulai memberitahukan last older dan akan tutup jam 00.00 WIB  kepada para pengunjung. Kamil dan pengunjung yang lainya pun merspon dengan baik karena sosialisasi jam malam di kota ini mulai di ketahui banyak orang.

Pengunjung masih ramai pada saat itu dan baru sedikit yang meninggalkan tempat kami. Tak lama kemudian terdengar suara sirine mobil patroli dari ke jauhan yang semakin mendekat dan tiba-tiba berhenti di depan tempat café dan bar kami. Dan saya pun melihat keluar ternyata bukan satu mobil patroli yang datang, tetapi ada tiga mobil yang datang. Ketiga mobil itu terdiri dari polisi berpakean lengkap , satpol PP dan satu lagi mobil avanza yang isinya berpakian preman.

Awalnya salah satu polisi berpakaian lengkap datang ke tempat kami dengan secara baik-baik memperingati kami untuk segera tutup karena sebentar lagi sudah jam 12 malam. Pihak kami pun menanggapi dengan baik “iya pak, bentar lagi kami tutup kok, ini juga sudah tidak ada lagi yang mesan pak”. Polisi itu pun segera pergi dari ruangan kami dan ternyata mereka menunggu di mobil memastikan sampai benar-banar tempat café dan bar kami tutup.

Tidak lama kemudian sekitar 15 menit, tiga orang berpakaian preman yang dari mobil avanza itu datang ke tempat kami. Lalu dengan secara tiba-tiba memaksa para pengunjung untuk meninggalkan tempat ini dengan secara paksa. Dan keributan pun sudah tak terelakan lagi di dalam café dan bar itu. Karena jumlah pengujung masih ada sekitar 50 orang lagi maka adu mulut antara pengunjung dan orang berpakain preman itu terjadi, dan menimbulkan suara yang keras terdengar dari luar.

Satpol PP dan polisi yang di luar pun setelah mendengar keributan itu langsung masuk kedalam dengan bergegas. Keributan di dalam café dan bar itu pun makin tidak terkendali. Para pengunjung pun banyak yang tidak terima dari perlakuan ini dan kata-kata kasar pun banyak yang keluar dari mulut para pengunjung “ Jangan mendorong gitu anjing, aing ge pasti kaluar atuh”. Orang berpakaian preman yang dari mobil avanza itu dengan secara tiba-tiba memukul Kamil dengan botol minuman, entah kerasukan apa orang itu. Keributan pun makin menjadi-jadi dan banyak barang-barang café dan bar itu pecah akibat tersenggol atau apa pun itu.

Pengunjung secara reflex pun mengeluarkan smartphonenya masing-masing untuk memotret kejadian itu. Polisi dan rombongannya pun menjadi kebingungan akibat cahaya-cahaya blitz kamera menyorot ke mereka. Namun Kamil sudah terkena luka di kepalanya akibat pukulan botol minuman yang menimbulkan luka cukup serius. Beberapa teman Kamil pun langsung membawanya keluar menuju parkiran mobil untuk membawa segera Kamil ke rumah sakit terdekat untuk mengobati lukanya itu. Polisi, satpol PP dan orang yang memukul Kamil pun keluar dari ruangan café dan bar karena ada salah satu polisi senior yang menenangkan keadaan itu dengan menembakan peringatan ke atas atap café dan bar itu.

Kamil pun sudah berada di rumah sakit dan mendapatkan luka sebanyak 50 jahitan di kepalanya. Tak lama kemudian tiba-tiba banyak wartawan yang berdatangan ke rumah sakit tersebut setelah mendengar kejadian di café dan bar saya bekerja itu. Kamil pun belum bisa merespon banyak pertanyaan soal kejadian di café dan bar itu. Sebab kondisi kamil masih mengalami pusing akibat pukulan botol minuman itu. Wartawan pun hanya mendapatkan foto dan beberapa informasi dari teman-teman Kamil yang kebetulan berada di tempat kejadian itu.

Keesokan harinya café dan bar saya bekerja pun sudah di polis line akibat kejadian semalam itu, dan untuk beberapa hari kedepan saya pun libur bekerja karena tidak beroprasinya café dan bar itu. Media social twitter dengan sangat mengejutkan banyak petisi orang-orang yang menyanyangkan kejadian semalam, dengan dalih jam malam kekerasan pun dibolehkan. Para pengguna twitter pun meminta Walikota meninjau kembali PERDA jam malam dan meminta maaf terhadap Kamil atas kejadian pemukulan tersebut.

Walikota pun secara simbolik meminta maaf terhadap Kamil dan tidak lupa di foto bareng untuk di upload permintaan maafnya di media social twitternya. Jam malam di kota ini pun terus berlanjut sampai sekarang, jam dua belas lewat satu menit waktu Indonesia barat di kota ini kita mesti pulang karena nanti Walikota kita pasti akan marah kalau kita telat pulang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar