Sudah berapa lama aku baru lagi merasakan nikmatnya bagun
pagi, ruitinitas yang kebanyakan orang sering lakukan, tiba-tiba jam 06.00 WIB langsung
terbangun begitu saja dengan sinar matahari langsung menyoroti wajahku karena
lupa tadi malam aku tidak menutup hordeng.
Tak perlu suara beker atau pun suara deringan telepon dari tempatku buat
menyuruhku bangun. Memang sudah 2 tahun ke belakang aku tidak pernah lagi
merasakan nikmatnya bangun pagi. Malah sudah merasa lupa bagaimana hangatnya
mentari pagi. Karena rutinitas tidurku yang mulai dari sebelum matahari terbit
sampai hampir terbenam kembali.
Semua berawal karena
aktifitas aku yang mengharuskan bekerja di malam hari sampai menjelang adzan
subuh tiba. Aku bekerja di sebuah café & bar di kota besar yang terkenal
dengan kreatifitas anak mudanya. Dulu aku memang sekolah pariwisata di kota ini
dan kebetulan dapat pekerjaan sebagai bar
tender di kota ini juga. Café & bar tempat aku bekerja ukurannya tidak
terlalu besar hanya dapat di isi sekitar 100 orang lebih. Di sana hanya
menyediakan makanan, dan minuman dari yang tidak beralkohol sampai yang 40%
alkoholnya pun ada. Tidak ada panggung khusus buat bikin acara di tempat ini,
cuma terkadang kita hanya menyisihkan tempat kosong sebagian untuk sesekali
kita mengadakan acara live music akustik di sana.
Ketika sunset mulai muncul aku pun sudah mulai bergegas untuk
melakukan aktifitas pekerjaanku di café dan bar ini. Memang tidak terlalu jauh
jarak tempat pekerjaan dengan kosanku hanya dengan naik satu kali angkot sekitar
10 menit sudah bisa sampai, mesti harus jalan kaki lagi sekitar 50 meter
“lumayanlah itung-itung olah raga”. Kebetulan sekarang malam minggu, biasanya
pengunjung café dan bar tempat ini selalu penuh, malah biasanya mesti menunggu
antrian tempat duduk karena memang ruangannya terbatas sekali.
Bayu pelayan di café dan bar ini ternyata sudah tiba duluan,
dia sudah mulai membersihkan meja dan kursi buat para pengunjung yang akan
datang, karena café dan bar ini sebentar lagi mau di buka, biasanya sudah adzan
magrib pengunjung sudah di perbolehkan masuk. Aku pun segera mempersiapkan
peralatanku di bar dari mulai aneka macam minuman sampai gelas-gelas yang
bermacam-macam. Pekerja di café dan bar yang lainya pun mulai berdatangan satu
persatu, dan mempersiapkan peralatannya sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Semakin malam pengunjung pun semakin ramai satu persatu
saling berganti antara yang masuk dan keluar dari café dan bar ini. Saya dan
bayu pun mulai keteteran untuk melayani para pengunjung. Memang malam ini
terasa berbeda dengan malam-malam sebelumnya sangat begitu ramai pengunjung ke
tempat ini. Mesti didalam banyak para pengunjung yang tidak kebagian tempat
duduk mereka enjoy menikmati malam
yang semakin seru ini.
Sayang keseruan ini hanya bisa sampai jam 00.00 WIB karena
adanya peraturan daerah yang mewajibkan semua kegiatan keramaian di kota ini
hanya bisa berlangsung sampai jam 00.00 WIB. PERDA ini memang baru di buat oleh
Walikota yang baru terpilih di kota ini, yang mempunyai program-program yang kreatif.
Banyak kalangan muda dan kelompok kreatif kota ini pun mendukung berbagai macam
programnya hingga terpilih menjadi Walikota.
Walikota ini memang relative masih muda di banding Walikota
di kota lain. Gebrakan programnya pun unik yaitu dengan memperbaiki dan membuat
taman baru dikota ini, “saya bilang ini sih, proyek seribu taman”. Memang jadi
keliatan bagus dan sedikit rapih kota ini, tapi kalau hanya sekedar taman yang
indah dan banyak, apa manfaatnya! Anggaran biaya daerah pun pasti akan meningkat
mesti itu pun ada bantuan-bantuan dari CSR perusahan.
Kaum miskin kota masih tersebar di beberapa titik di kota
ini. Pendidikan pun masih belum merata, banyak anak-anak di kota pun yang putus
sekolah dengan berbagai sebab, terutama soal biaya dan diskriminasi beberapa
sekolah negri sekali pun. Air bersih sebagai bahan pokok buat hidup sehari-hari
pun sudah susah di dapat. Hanya orang-orang menengah gedongan yang mudah
mendapatkannya, itu pun dengan pengeboran air yang dalam dengan memakan biaya
besar dan menimbulkan muka air tanah di kota ini sudah tidak terkontrol lagi. Sehingga sumur –sumur gali
biasa akan cepat kehabisan air apabila tidak ada hujan beberapa minggu saja.
Lahan hijau kota pun sudah banyak berkurang dari pusat kota
sampei bukit kota. Daerah hulu sungai yang mestinya lahannya di perbanyak
dengan pepohonan, sedikit demi sedikit berubah fungsi menjadi villa-villa pejabat
dan para pengusaha muda, dengan alasan mencari udara segar dan ketenangan dari
bisingnya kota. Memang ironis mereka mencari perlindungan dan ketenangan diri
sendiri dengan mengorbankan kota secara keseluruhan. Mungkin mereka tahu apa
akibatnya atau mereka benar-benar tidak tahu apa-apa karena terbutakan oleh
gengsi dan gaya hidup kebanyakan orang.
Walikota baru dengan kreatifitasnya dan PERDA baru sebenarnya
tidak masalah, asalkan relefan dengan keadaan kota itu sendiri.
Kamil pelanggan café dan bar ini pun sudah datang rame-rame
bersama teman-temannya. Kamil memang pelanggan setia di tempat ini hampir
seminggu sekali dia datang. Kami pun sudah menyiapkan buat Kamil dan
teman-temannya, karena sebelumnya dia sudah memesan tempat melalui telepon terlebih
dahuli ke café dan bar kami. Satu persatu Kamil dan temannya memesan minuman
dan makanan, tidak lupa juga memesan minuman beralkohol buat di minum rame-rame.
Kamil mempunyai band indie yang sudah punya nama besar di
kota ini. Anak muda di kota ini tidak mungkin tak mengenal band Kamil yang
tersohor itu. Kamil sendiri di bandnya sebagai vokalis yang handal, apalagi di
dukung dengan bandan bagus dan wajah
menarik yang membuat para wanita banyak tergila-gila padanya. Kalau kata
teman saya “masyaallah alife ente punya tampang”. Tak heran dia baru datang ke
café dan bar ini para wanita sudah sibuk mengerubuninya untuk meminta tanda tanggan
dan tak segan-segan juga ada yang minta di cium dan di peluk oleh Kamil.
Jam 12 malam pun mulai dekat hanya sekitar 1 jam lagi, café
dan bar masih ramai dengan pengunjung yang menghabiskan malam minggu di sini. Kamil
dan temannya masih bergembira menikmati malam minggu ini dengan penuh canda
tawa. Pihak kami pun sudah mulai memberitahukan last older dan akan tutup jam
00.00 WIB kepada para pengunjung. Kamil
dan pengunjung yang lainya pun merspon dengan baik karena sosialisasi jam malam
di kota ini mulai di ketahui banyak orang.
Pengunjung masih ramai pada saat itu dan baru sedikit yang
meninggalkan tempat kami. Tak lama kemudian terdengar suara sirine mobil
patroli dari ke jauhan yang semakin mendekat dan tiba-tiba berhenti di depan
tempat café dan bar kami. Dan saya pun melihat keluar ternyata bukan satu mobil
patroli yang datang, tetapi ada tiga mobil yang datang. Ketiga mobil itu
terdiri dari polisi berpakean lengkap , satpol PP dan satu lagi mobil avanza
yang isinya berpakian preman.
Awalnya salah satu polisi berpakaian lengkap datang ke tempat
kami dengan secara baik-baik memperingati kami untuk segera tutup karena
sebentar lagi sudah jam 12 malam. Pihak kami pun menanggapi dengan baik “iya
pak, bentar lagi kami tutup kok, ini juga sudah tidak ada lagi yang mesan pak”.
Polisi itu pun segera pergi dari ruangan kami dan ternyata mereka menunggu di
mobil memastikan sampai benar-banar tempat café dan bar kami tutup.
Tidak lama kemudian sekitar 15 menit, tiga orang berpakaian
preman yang dari mobil avanza itu datang ke tempat kami. Lalu dengan secara
tiba-tiba memaksa para pengunjung untuk meninggalkan tempat ini dengan secara
paksa. Dan keributan pun sudah tak terelakan lagi di dalam café dan bar itu.
Karena jumlah pengujung masih ada sekitar 50 orang lagi maka adu mulut antara
pengunjung dan orang berpakain preman itu terjadi, dan menimbulkan suara yang
keras terdengar dari luar.
Satpol PP dan polisi yang di luar pun setelah mendengar
keributan itu langsung masuk kedalam dengan bergegas. Keributan di dalam café
dan bar itu pun makin tidak terkendali. Para pengunjung pun banyak yang tidak
terima dari perlakuan ini dan kata-kata kasar pun banyak yang keluar dari mulut
para pengunjung “ Jangan mendorong gitu anjing, aing ge pasti kaluar atuh”. Orang
berpakaian preman yang dari mobil avanza itu dengan secara tiba-tiba memukul
Kamil dengan botol minuman, entah kerasukan apa orang itu. Keributan pun makin
menjadi-jadi dan banyak barang-barang café dan bar itu pecah akibat tersenggol
atau apa pun itu.
Pengunjung secara reflex pun mengeluarkan smartphonenya
masing-masing untuk memotret kejadian itu. Polisi dan rombongannya pun menjadi
kebingungan akibat cahaya-cahaya blitz kamera menyorot ke mereka. Namun Kamil
sudah terkena luka di kepalanya akibat pukulan botol minuman yang menimbulkan
luka cukup serius. Beberapa teman Kamil pun langsung membawanya keluar menuju
parkiran mobil untuk membawa segera Kamil ke rumah sakit terdekat untuk
mengobati lukanya itu. Polisi, satpol PP dan orang yang memukul Kamil pun keluar
dari ruangan café dan bar karena ada salah satu polisi senior yang menenangkan
keadaan itu dengan menembakan peringatan ke atas atap café dan bar itu.
Kamil pun sudah berada di rumah sakit dan mendapatkan luka
sebanyak 50 jahitan di kepalanya. Tak lama kemudian tiba-tiba banyak wartawan
yang berdatangan ke rumah sakit tersebut setelah mendengar kejadian di café dan
bar saya bekerja itu. Kamil pun belum bisa merespon banyak pertanyaan soal
kejadian di café dan bar itu. Sebab kondisi kamil masih mengalami pusing akibat
pukulan botol minuman itu. Wartawan pun hanya mendapatkan foto dan beberapa
informasi dari teman-teman Kamil yang kebetulan berada di tempat kejadian itu.
Keesokan harinya café dan bar saya bekerja pun sudah di polis
line akibat kejadian semalam itu, dan untuk beberapa hari kedepan saya pun
libur bekerja karena tidak beroprasinya café dan bar itu. Media social twitter
dengan sangat mengejutkan banyak petisi orang-orang yang menyanyangkan kejadian
semalam, dengan dalih jam malam kekerasan pun dibolehkan. Para pengguna twitter
pun meminta Walikota meninjau kembali PERDA jam malam dan meminta maaf terhadap
Kamil atas kejadian pemukulan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar