Selasa, 04 Agustus 2015

SANDEKALA

Matahari sebentar lagi tenggelam sinarnya sudah meredup dan tidak menyilaukan lagi. Warna berubah agak kemerahan sambil bersembunyi dibalik awan. Burung mulai mencari tempat untuk tidur dan akan di gantikan kelelawar satu persatu yang berdatangan. Angin kencang pun tiba-tiba meredup menjadi sepoy-sepoy.

Jam lima lewat tiga puluh sore, semua kejadian ini terjadi di Desa Munjul Dusun Cibatu. Orang yang tandinya ramai melakukan berbagai macan aktivitas dengan tiba-tiba menjadi sepi. Dari mulai ibu-ibu yang ngerumpi di halaman rumahnya, anak muda yang sedang bermain sepak bola di halaman kantor Desa dan Bapak-bapak yang sudah mulai olah raga lagi bulu tangkis di gor bekas penggilingan padi mulai pulang kerumahnya masing-masing. Entah ada apa di Dusun Cibatu setiap jam yang sama akan berulang seperti ini setiap harinya.

Sandekala, aku pernah mendengar kata ini dari kakek sewaktu aku masih kecil. Setiap aku berkunjung ke rumah kakek, dongengnya selalu menceritakan tentang sandekala. Sosok makhluk menakutkan yang hanya akan datang sewaktu matahari mulai tenggelam menuju gelap malam. Makhluk itu akan mencari semua orang yang masih berada di luar rumah untuk dibawanya dijadikan budak. Makhluk ini membuat aku selalu takut sewaktu kakek mendongengkannya kembali.
Apa sandekala yang membuat orang Dusun Cibatu setiap jam tersebut cepat masuk rumah, atau sandekala hanyalah dongeng buat menakuti anak kecil agar tidak bermain lagi menjelang malam.
Kalau dilihat dari ilmu pengetahuan sekarang, pada waktu matahari mulai tenggelam, itu merupakan masa peralihan dari siang ke malam, itu akan menyebabkan sinar matahari yang diterima bumi akan membuat penglihatan manusia kurang jelas. Maka akan mengakibatkan kecelakaan apabila melakukan kegiatan yang berlebihan.

Mungkin itu yang di takutkan orang tua dulu, tetapi pada waktu itu orang belum siap untuk di kasih penjelasan seperti itu. Maka orang tua dulu mencari sesuatu yang bisa membuat masyarakat percaya dengan membuat figure dogeng seperti sandekala. Walaupun effek panjangnya terjadi sesuatu yang di mitoskan dan di beberapa tempat masih terjadi sampai sekarang.

Sandekala sebenarnya masih berguna untuk peringatan terhadap orang-orang. Tapi bukan dengan mitosnya , melainkan pengertian yang sebenarnya tentang bahaya peralihan sinar matahari dari siang  ke malam.

Dilihat dari tinggkat kepercayaan orang-orang terhadap mitos masih tinggi dibandingkan tingkat kepercayaan orang-orang terhadap cara berpikir logis. Maka sosok sandekala pun masih dibutuhkan. Karena masih banyak contoh orang yang mempercayai mitos. Mulai dari birokrat terhadap dukun-dukun kayanya sampai orang kecil terhadap sumur keramatnya.


Sandekala sebagai mitos memang masih bisa jadi super hero untuk membuat orang-orang percaya dan menurutinya atas perintahnya. Sedangkan penjelasan logis pun akan selalu di langgarnya karena tidak ada sandekala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar