Matahari
sebentar lagi tenggelam sinarnya sudah meredup dan tidak menyilaukan lagi.
Warna berubah agak kemerahan sambil bersembunyi dibalik awan. Burung mulai
mencari tempat untuk tidur dan akan di gantikan kelelawar satu persatu yang
berdatangan. Angin kencang pun tiba-tiba meredup menjadi sepoy-sepoy.
Jam lima lewat
tiga puluh sore, semua kejadian ini terjadi di Desa Munjul Dusun Cibatu. Orang
yang tandinya ramai melakukan berbagai macan aktivitas dengan tiba-tiba menjadi
sepi. Dari mulai ibu-ibu yang ngerumpi di halaman rumahnya, anak muda yang
sedang bermain sepak bola di halaman kantor Desa dan Bapak-bapak yang sudah
mulai olah raga lagi bulu tangkis di gor bekas penggilingan padi mulai pulang
kerumahnya masing-masing. Entah ada apa di Dusun Cibatu setiap jam yang sama
akan berulang seperti ini setiap harinya.
Sandekala, aku
pernah mendengar kata ini dari kakek sewaktu aku masih kecil. Setiap aku
berkunjung ke rumah kakek, dongengnya selalu menceritakan tentang sandekala.
Sosok makhluk menakutkan yang hanya akan datang sewaktu matahari mulai
tenggelam menuju gelap malam. Makhluk itu akan mencari semua orang yang masih
berada di luar rumah untuk dibawanya dijadikan budak. Makhluk ini membuat aku
selalu takut sewaktu kakek mendongengkannya kembali.
Apa sandekala
yang membuat orang Dusun Cibatu setiap jam tersebut cepat masuk rumah, atau
sandekala hanyalah dongeng buat menakuti anak kecil agar tidak bermain lagi
menjelang malam.
Kalau dilihat
dari ilmu pengetahuan sekarang, pada waktu matahari mulai tenggelam, itu
merupakan masa peralihan dari siang ke malam, itu akan menyebabkan sinar
matahari yang diterima bumi akan membuat penglihatan manusia kurang jelas. Maka
akan mengakibatkan kecelakaan apabila melakukan kegiatan yang berlebihan.
Mungkin itu yang
di takutkan orang tua dulu, tetapi pada waktu itu orang belum siap untuk di
kasih penjelasan seperti itu. Maka orang tua dulu mencari sesuatu yang bisa
membuat masyarakat percaya dengan membuat figure dogeng seperti sandekala.
Walaupun effek panjangnya terjadi sesuatu yang di mitoskan dan di beberapa
tempat masih terjadi sampai sekarang.
Sandekala
sebenarnya masih berguna untuk peringatan terhadap orang-orang. Tapi bukan
dengan mitosnya , melainkan pengertian yang sebenarnya tentang bahaya peralihan
sinar matahari dari siang ke malam.
Dilihat dari
tinggkat kepercayaan orang-orang terhadap mitos masih tinggi dibandingkan
tingkat kepercayaan orang-orang terhadap cara berpikir logis. Maka sosok
sandekala pun masih dibutuhkan. Karena masih banyak contoh orang yang mempercayai
mitos. Mulai dari birokrat terhadap dukun-dukun kayanya sampai orang kecil
terhadap sumur keramatnya.
Sandekala
sebagai mitos memang masih bisa jadi super hero untuk membuat orang-orang
percaya dan menurutinya atas perintahnya. Sedangkan penjelasan logis pun akan
selalu di langgarnya karena tidak ada sandekala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar