Sabtu, 18 Juli 2015

LEBARAN TELAH USAI

Lebaran telah usai, mungkin akan banyak yang terjadi di dalam badan. Di mulai dengan berat badan yang bertambah drastis melebihi rata-rata harian. Berbagai penyakit pun sudah mulai ngasih banyak kode seperti kolesterol, darah tinggi dan diabetes. Hal hasil ketakutan sehabis lebaran mengalahkan kegembiraan menyambut lebaran. 

Pagi hari lebaran sarapan pasti rata-rata ketupat plus plus dengan minuman orson pemberian tetangga. Karena kata om haji kalau sarapan dulu sebelum shalat ied merupakan anjuran sunnah, lumayankan kalau kita lakukan dapat kenyang dan dapat pahala juga.

Shalat ied pasti di alun-alun halaman masjid, buat menuju kesana lumayan jauh berarti mesti memakai kendaraan. Kebetulan sekali bisa sekalian pamer kendaraan baru kredit atau sewa ke tetangga-tetangga. Pakaian pun pasti baru, masa kalah sama kendaraanya, malah kalau tidak salah kata om haji juga untuk menyambut lebaran kita di anjurkan memakai pakaian yang bagus dan wangi.

Pulang shalat ied pasti kita bersilatuhrahmi ke tetangga, pasti di suruh makan opor dulu sama tetangga kalau ditolak makan opor tidak enak juga. Padahan opor tetangga lebih enak dari pada opor om haji. Sudah gitu pasti di bungkusin cemilan seperti kacang goreng, rempeyek dan raginang dari dalam toples kue Kong Guan.

Sudah sampai rumah pasti kita pun ingin rumah kita  di singgahi sama tetangga-tetangga. Menawarkan opor buatan kita dan cemilan dari pemberian tetangga yang lain. Sebenernya pengen memamerkan hasil karya masakan sama perabot rumah tangga yang ada di rumah, jarang-jarang tetangga mau datang ke rumah selain musim lebaran.


Inilah beberapa kegiatan lebaran yang perlu kita hindari, dan kadang kita sendiri pun tak menyadari melakukan hal-hal seperti ini. Lebaran memang suka cita penyambutan kemenangan setelah ramadhan tapi jangan sampai menjadi pesta pora berlebihan yang memaksakan diri demi terlihat berhasil oleh para tetangga dan apalagi oleh para mantan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar