Lebaran telah
usai, mungkin akan banyak yang terjadi di dalam badan. Di mulai dengan berat badan
yang bertambah drastis melebihi rata-rata harian. Berbagai penyakit pun sudah
mulai ngasih banyak kode seperti kolesterol, darah tinggi dan diabetes. Hal
hasil ketakutan sehabis lebaran mengalahkan kegembiraan menyambut lebaran.
Pagi hari
lebaran sarapan pasti rata-rata ketupat plus plus dengan minuman orson
pemberian tetangga. Karena kata om haji kalau sarapan dulu sebelum shalat ied
merupakan anjuran sunnah, lumayankan kalau kita lakukan dapat kenyang dan dapat
pahala juga.
Shalat ied pasti
di alun-alun halaman masjid, buat menuju kesana lumayan jauh berarti mesti
memakai kendaraan. Kebetulan sekali bisa sekalian pamer kendaraan baru kredit
atau sewa ke tetangga-tetangga. Pakaian pun pasti baru, masa kalah sama
kendaraanya, malah kalau tidak salah kata om haji juga untuk menyambut lebaran
kita di anjurkan memakai pakaian yang bagus dan wangi.
Pulang shalat
ied pasti kita bersilatuhrahmi ke tetangga, pasti di suruh makan opor dulu sama
tetangga kalau ditolak makan opor tidak enak juga. Padahan opor tetangga lebih
enak dari pada opor om haji. Sudah gitu pasti di bungkusin cemilan seperti
kacang goreng, rempeyek dan raginang dari dalam toples kue Kong Guan.
Sudah sampai
rumah pasti kita pun ingin rumah kita di
singgahi sama tetangga-tetangga. Menawarkan opor buatan kita dan cemilan dari
pemberian tetangga yang lain. Sebenernya pengen memamerkan hasil karya masakan
sama perabot rumah tangga yang ada di rumah, jarang-jarang tetangga mau datang
ke rumah selain musim lebaran.
Inilah beberapa
kegiatan lebaran yang perlu kita hindari, dan kadang kita sendiri pun tak
menyadari melakukan hal-hal seperti ini. Lebaran memang suka cita penyambutan
kemenangan setelah ramadhan tapi jangan sampai menjadi pesta pora berlebihan
yang memaksakan diri demi terlihat berhasil oleh para tetangga dan apalagi oleh
para mantan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar