Kamis, 08 Desember 2016

Mari Berdanska

Selimut apek aku singkirkan dan segera memanaskan air untuk membuat kopi. Aku angkat gallon dan aku tuangkan ke teko pemanas listrik yang sudah usang. Kopi instan dan susu kental manis sachet aku robek lalu di tuangkan dalam satu gelas. Suara air mendidih sudah terdengar. Aku segera pindahkan air panas  ke gelas yang sudah terisi kopi dan susu kental manis. Pagi ini aku terlambat bangun, matahari sudah mulai terlihat walaupun sedikit mendung.
Istriku masih tergeletak tidur di kasur matras tertutup selimut. Kopi istriku sudah aku buatkan dengan tambahan sedikit gula. Dia tidak terlalu suka kopi tanpa memakai gula. Apalagi untuk meminumnya pagi hari terasa kurang bertenaga untuk mengawali hari tanpa gula. Alarm handphone istriku berbunyi. Dia tergesa-gesa bangun dan pergi ke kamar mandi. “Kenapa terburu-buru sayang, hari ini kan libur”.
Mesti istriku libur kerja, ternyata dia ada janji bertemu teman lamanya di acara festival musik. Acara musik bertajuk “Mari Berdanska” berlangsung selama dua hari berturut-turut. Pengisi acaranya, band-band lokal beraliran ska dan reggae. Mari Berdanska tahun sekarang ada bintang tamu dari luar negeri yaitu Save Ferris. Band yang ngetop pada masa tahun ‘90-an dengan lagu Come On Eileen.
Rencanya kami datang ke acara Mari Berdanska setelah makan siang. Tempat makan siang kami cari yang kira-kira tidak jauh dari tempat acara. Akhirnya kami dapat tempat makan siang di jalan Ranggamalela, tidak jauh dari tempat acara. Menu makannya ternyata unik, hanya menyediakan daging asap dengan sambal khas daerah Indonesia Timur. Daging asap yang kami pesan sudah datang. Dengan cepat dan lahap kami mengabiskannya tanpa sisa. Rasanya tidak akan bosan meskipun makan daging asap setiap hari di sini. “Kita mesti makan di sini lagi minggu depan”. Seru istriku sambil upload foto di instagram.
  


 Setelah makan kami langsung ke tempat acara dan memarkirkan motor di sebuah gedung kampus ternama.  Penjaga parkirnya tidak resmi dari yang punya gedung, melainkan sama preman sekitar daerah sana. Harga parkinya Rp. 5000,- mau sebentar atau pun seharian tidak masalah yang penting di bayar di muka.
Harga tiket masuk acara Mari Berdanska sebesar Rp. 50.000,-. Sebelum masuk ke dalam tas kami di periksa terlebih dahulu. Menurut penjaga tiket, dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. Serta barang-barang yang berbahaya seperti senjata tajam. Semua itu demi kenyaman menyaksikan acara Mari Berdanska.
Panggung acara ada dua tempat, semuanya berada di area monument di kota tua. Panggung utamanya berada di depan monument, sedangkan yang keduanya berada di belakang monument kota tua. Selain itu terdapat stan-stan penjualan merchandise, pakaian dan asesoris. Food truck makanan juga tersedia dengan berbagai jenis makanan dan minuman.
Ketika kami baru masuk hujan turun cukup deras dan sebagian orang di depan panggung berlarian ke stan-stan untuk berteduh. Lalu kami berteduh di foodtruck coffee, sekalian sambil menghangatkan badan dengan merokok dan meminum segelas kopi. Setelah hujan reda kami tetap di sana sambil menunggu band yang kami suka mulai naik panggung.


   
Acara Mari Berdanska menjelang maghrib di istirahatkan sampai setelah isya. Aku dan istriku pergi untuk melihat stan-stan yang ada di area acara ini. Kebetulan salah satu stan adalah milik teman istriku. Stannya tidak hanya menjual asesoris dan pakaian saja. Melainkan ada satu set tune table yang di mainkan musik-musik reggae oleh seorang DJ. Membuat di depan stan itu menjadi ramai dengan orang-orang yang menari. Aku dan istriku cukup lama berada di sana sampai istirahat acara itu selesai.
Don Lego band asal kota tua yang mengusung aliran ska langsung menghentakan para penonton setelah istirahat. Band ini mempunya fans yang cukup banyak, tidak hanya dari kota tua saja fansnya. Melainkan dari pinggiran-pinggiran kota tua juga berdatangan hanya untuk melihat Don Lego. Penonton semakin penuh, banyak penonton yang hapal lagunya dan nyanyi bersama. Vocalis Don Lego semakin bersemangat melihat antusias penonton. Lalu kami berusaha maju ke depan panggung untuk mengabadikan moment band Don Lego dengan memotretnya dan kebetulan vocalisnya adalah teman istriku.
  

   
Aku mengingatkan istriku soal temanya yang sudah janjian mau bertemu. Padahal acara sudah hampir selesai, tinggal dua band lagi.
“Sudah sampai mana temanmu, sayang?”
“Dia sudah di dalam kok, cuman lagi liat band lain di panggung satunya lagi”
“Yah sudah, suruh ketemuan di depan stan temen kamu saja”
Kami duduk istrahat di depan ke stan teman istriku sambil merokok dan menunggu temannya. Band terakhir sudah naik panggung dan kami hanya duduk melihat orang-orang yang lalulalang. Teman istriku belum datang juga dan kami berdua berinisiatif mencari ke panggung satunya lagi. Tiba-tiba waktu di perjalanan ada pesan masuk, bahwa dia sudah berada di depan stan yang kami maksud. Akhirnya istriku ketemu dengan temanya, langsung mengobrol dengan bahasa daerah. Aku hanya bisa mendengarkannya saja dan hanya sedikit bahasanya yang aku menegerti.
Tiba-tiba aku heran kenapa band Save Ferris belum naik panggung. Padahal kata mc ini adalah band terakhir. Lalu aku pun memotong obrolan istriku dan temannya.
“Sayang, kok save ferrisnya ga main yah?”
“ah sayang… itu kan buat hari besok bukan sekarang”.

Aku kembali menyalakan rokok dan melihat orang-orang lalulalang menjelang pulang. Sponsor acara ini memperliatkan produknya. Semuanya di pegang gadis-gadis pilihan yang berada di sepanjang jalan pulang sebagai ucapan sampai jumpa.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar