Rabu, 15 Juli 2015

DJAMBAN BERDURI


Tak seorang pun ada dalam keadaan tenang ketika dengan tiba-tiba merasakan mulesnya perut sampai ke ubun-ubun. Mau melakukan kegiatan apapun tidak akan ada gunanya, sebab semuanya akan bunyar sekita itu juga. Cuman satu yang akan mengerti itu semua, tak ada lagi dan tak lain satu-satunya, sahabat setia manusia dari jaman kuno sampai modern sekarang ini yaitu djamban.
Djamban mungkin sudah berada sejak ribuan tahun menemani manusia setiap paginya. Menenangkannya dan mendamaikan manusia setelah menerima kotoran dari manusia itu sendiri. Djamban begitu sabar dan setia terhadap manusia, dia tak pernah meminta terkenal atau pun di berikan perhiasan mewah untuk dirinya. Walaupun dia selalu tak diakui oleh manusia, padahal dia merupakan salah satu yang mempengaruhi kehidupan manusia.
Bayangkan saja manusia tanpa djaman, apa yang akan terjadi. Mugkin akan terjadi kekacauan-kekacauan berbau busuk dimana-mana dari yang berbentuk padat sampai yang cair. Sungai akan menjadi pelarian kotoran manusia dan terdapat bekas galian-galian kotoran manusia yang sudah mulai berbau busuk. Mungkin harga parfum pun akan menjadi komoditas yang utama bagi manusia karena daya beli parfum akan meningkat sebagai kebutuhan utama manusia, untuk menghalau bau busuk dimana-mana.
Di jaman modern djaman sudah menjadi tempat yang sakral di pagi hari, tempatnya pun di buat senyaman seindah mungkin dengan ornament-ornamen yang unik. Di kota-kota besar djamban sekarang sudah menjadi bisnis baru yang menjanjikan dengan pendapatan mengiurkan. Tapi djamban itu sendiri masih selalu di tempatkan di belakang rumahnya, tak pernah berada di depan rumah. Berati djamban pun masih sama dari dulu sampai sekarang djamban masih sesuatu yang di abaikan dan tak pernah mau dipamerkan oleh manusianya.
Sebagai usaha untuk meningkatkan harkat martabat djamban, sekumpulan para anak muda yang sudah menjelang tua membuat suatu perkumpulan dengan sebutan Djamban Berduri. Perkumpulan dengan bertujuan mulia agar djamban tak selalu diabaikan. Karena itu Djamban Berduri memberanikan diri untuk memasang djamban berada di depan menjadi simbol kami sebagai anak muda yang tak tahu malu.
Djamban buat kami merupakan salah satu tempat yang perlu di hormati untuk di beri tahukan terhadap manusia lain, bahwa djamban itu ada dan penting buat kami. Karena djamban selalu setia menunggu untuk menerima hal kotor sampai kapan pun. Sudah sepatutnya kami pun harus memberikan hal bersih terhadapnya walaupun itu sekedar seminggu sekali. Perasaan djamban pun akan merasa senang dan kami pun akan merasakan ke gembiraan itu di pagi hari setelah djamban mendapat hal bersih.
Djamban memang akan selalu menjadi duri bagi manusia untuk membicarakannya. Manusia akan menganggapnya selalu kotor mesti pun djamban yang sebenarnya membersihkan kotoran manusia. Dengan alasan ini kami membuat Djamban Berduri sebagai nama perkumpulan kami. Berusaha untuk menjadikan djamban ketempat yang semestinya . Menjadikannya sebagai teman setia penerima hal bersih dan kotor. Kami pun tak segan untuk menyebarkanya terhadap manusia lain bahwa kami punya djamban dan setia pagi pun kami ada bersamanya.

Kami yang berada di Djamban Berduri tak pernah merasa malu untuk menjadi djamban karena menjadi djamban merupakan sesuatu perbuatan yang mulia. Kami akan seperti djamban menerima keluh kesah manusia lain tanpa mengharapkan apapun. Mungkin kami akan terbelakang di mata manusia  lain tapi kami tetap ada dan penting buat mereka. Djamban Berduri memang merupakan simbol berbau busuk yang penuh duri yang tak pernah mengira keberadaanya itu penting bagi manusia lainnya. Karena Djamban Berduri sebenarnya sudah ada di setiap manusia yang ada di dunia ini namun akan selalu malu untuk mengakuinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar