Tak seorang pun ada dalam keadaan
tenang ketika dengan tiba-tiba merasakan mulesnya perut sampai ke ubun-ubun.
Mau melakukan kegiatan apapun tidak akan ada gunanya, sebab semuanya akan
bunyar sekita itu juga. Cuman satu yang akan mengerti itu semua, tak ada lagi
dan tak lain satu-satunya, sahabat setia manusia dari jaman kuno sampai modern
sekarang ini yaitu djamban.
Djamban mungkin sudah berada sejak
ribuan tahun menemani manusia setiap paginya. Menenangkannya dan mendamaikan
manusia setelah menerima kotoran dari manusia itu sendiri. Djamban begitu sabar
dan setia terhadap manusia, dia tak pernah meminta terkenal atau pun di berikan
perhiasan mewah untuk dirinya. Walaupun dia selalu tak diakui oleh manusia,
padahal dia merupakan salah satu yang mempengaruhi kehidupan manusia.
Bayangkan saja manusia tanpa djaman,
apa yang akan terjadi. Mugkin akan terjadi kekacauan-kekacauan berbau busuk
dimana-mana dari yang berbentuk padat sampai yang cair. Sungai akan menjadi
pelarian kotoran manusia dan terdapat bekas galian-galian kotoran manusia yang
sudah mulai berbau busuk. Mungkin harga parfum pun akan menjadi komoditas yang
utama bagi manusia karena daya beli parfum akan meningkat sebagai kebutuhan
utama manusia, untuk menghalau bau busuk dimana-mana.
Di jaman modern djaman sudah menjadi
tempat yang sakral di pagi hari, tempatnya pun di buat senyaman seindah mungkin
dengan ornament-ornamen yang unik. Di kota-kota besar djamban sekarang sudah
menjadi bisnis baru yang menjanjikan dengan pendapatan mengiurkan. Tapi djamban
itu sendiri masih selalu di tempatkan di belakang rumahnya, tak pernah berada
di depan rumah. Berati djamban pun masih sama dari dulu sampai sekarang djamban
masih sesuatu yang di abaikan dan tak pernah mau dipamerkan oleh manusianya.
Sebagai usaha untuk meningkatkan
harkat martabat djamban, sekumpulan para anak muda yang sudah menjelang tua
membuat suatu perkumpulan dengan sebutan Djamban Berduri. Perkumpulan dengan
bertujuan mulia agar djamban tak selalu diabaikan. Karena itu Djamban Berduri
memberanikan diri untuk memasang djamban berada di depan menjadi simbol kami
sebagai anak muda yang tak tahu malu.
Djamban buat kami merupakan salah
satu tempat yang perlu di hormati untuk di beri tahukan terhadap manusia lain,
bahwa djamban itu ada dan penting buat kami. Karena djamban selalu setia
menunggu untuk menerima hal kotor sampai kapan pun. Sudah sepatutnya kami pun
harus memberikan hal bersih terhadapnya walaupun itu sekedar seminggu sekali.
Perasaan djamban pun akan merasa senang dan kami pun akan merasakan ke
gembiraan itu di pagi hari setelah djamban mendapat hal bersih.
Djamban memang akan selalu menjadi
duri bagi manusia untuk membicarakannya. Manusia akan menganggapnya selalu
kotor mesti pun djamban yang sebenarnya membersihkan kotoran manusia. Dengan
alasan ini kami membuat Djamban Berduri sebagai nama perkumpulan kami. Berusaha
untuk menjadikan djamban ketempat yang semestinya . Menjadikannya sebagai teman
setia penerima hal bersih dan kotor. Kami pun tak segan untuk menyebarkanya terhadap
manusia lain bahwa kami punya djamban dan setia pagi pun kami ada bersamanya.
Kami yang berada di Djamban Berduri
tak pernah merasa malu untuk menjadi djamban karena menjadi djamban merupakan
sesuatu perbuatan yang mulia. Kami akan seperti djamban menerima keluh kesah
manusia lain tanpa mengharapkan apapun. Mungkin kami akan terbelakang di mata
manusia lain tapi kami tetap ada dan
penting buat mereka. Djamban Berduri memang merupakan simbol berbau busuk yang
penuh duri yang tak pernah mengira keberadaanya itu penting bagi manusia
lainnya. Karena Djamban Berduri sebenarnya sudah ada di setiap manusia yang ada
di dunia ini namun akan selalu malu untuk mengakuinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar